Makinuddin
Sekilas Tokoh Peristiwa Situjuah 15 Januari 1949Mayor Makinuddin HS, Sang Wedana
Dua tahun Indonesia merdeka atau sekitar tahun 1947, Makinuddin mengalami perpindahan tugas. Dia dipercaya memimpin Batalyon Istimewa Galanggang di Payakumbuh. Namun jabatan tersebut tidak bertahan lama di tangannya, karena Ibukota RI di Yogyakarta pada tahun 1948 mulai digempur Agresi Militer II Belanda.
Gempuran serupa juga dirasakan di Bukittingi dan daerah lainnya dalam wilayah Sumatera Tengah.
Karena Agresi Belanda nampak mulai serius, para pejabat militer dan pemerintah langsung ambil ancang-ancang. Mayor Makinuddin yang sedang menjabat sebagai Danyon Istimewa Galanggang, ditunjuk menjadi Komandemen Kepala Perlengkapan Sumatera Tengah pada tahun 1948-1949. Nah, saat Divisi III mengalami perubahan menjadi Divisi IX Banteng, jabatan Kepala P & P diserahterimakan dari Mayor Makinuddin HS kepada Kapten Chatib Salim. Sedangkan Makinuddin diangkat menjadi Wedana Militer Payakumbuh Selatan. Ketika menjadi Wedana Militer inilah, Makinuddin dipercaya untuk mempersiapkan rapat penting pejuang pemerintahan dan militer Sumatera Tengah di Lurah Kincia, Situjuah Batua, 15 Januari 1949. Namun apalah daya, tidak lama setelah rapat tersebut ditutup sekiatr pukul 04.30 dini hari, Belanda telah duluan menyerang Situjuah Batua.
note : Makinuddin HS was my Grandfather

Makinuddin HS is... He never was your Grand Father
ReplyDelete